Pengertian dan Bentuk-bentuk Paragraf

Paragraf atau biasa juga disebut alinea merupakan kesatuan kalimat yang saling berkaitan membentu ide pokok atau gagasan pokok. Secara umum paragraf dibedakan berdasarkan dari fungsi dan bentuk gagasannya. Namun sebelum mengetahui jenis-jenis paragraf, ada baiknya kita bahas sedikit tentang syarat-syarat paragraf. Apa saja?

Ilustrasi (Foto : vivadesta/flickr)

Syarat-syarat Paragraf

1. Kesatuan
Paragraf yang baik memiliki satu ide pokok atau satu pikiran yang jelas dalam sebuah permasalahan atau gagasan utama.

2. Perpaduan
Koherensi atau perpaduan antarkalimat merupakan unsur penting dalam membangun sebuah paragraf. Tidak hanya berfungsi agar mudah dipahami oleh pembaca, koherensi atau perpaduan antarkalimat juga mendukung serta menguatkan gagasan utama.

Jenis Paragraf Berdasarkan Gagasan

Berdasarkan gagasan utama, paragraf dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu paragraf deduktif, induktif dan variatif (campuran).

1. Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat atau gagasan utamannya berada di awal paragraf. Sementara kalimat berikutnya berupa kalimat pendukung dari gagasan tersebut.

Contoh : 
Di Indonesia, virus Corona menunjukkan peningkatan kasus tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan, akhir-akhir ini terdapat kenaikan kasus cukup signifikan di beberapa provinsi seperti Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan hingga Sumatera Utara. Hingga saat ini, kasus Corona di Indonesia telah mencapai angka 765 ribu kasus dengan total kematian mencapai 22 ribu orang.

2. Paragraf Induktif
Paragraf Indukti adalah paragraf dengan gagasan utama berada di belakang atau akhir paragraf. Gagasan ini berisi sebuah kesimpulan inti dari kalimat-kalimat yang ada sebelumnya.

Contoh:
Pada musim pandemi seperti sekarang ini, menjaga kesehatan merupakan cara yang paling utama dalam menghindari tertularnya virus Corona. Tiap warga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian aktivitasnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menggunakan masker saat keluar rumah agar meminimalisir terinfeksi covid-19.

3. Paragraf Variatif atau Campuran
Sesuai dengan namanya, paragraf variatif atau campuran adalah paragraf dengan gagasan utama berada di awal dan akhir paragraf. Gagasan utama di awal kalimat bersifat inti dari paragraf sedangkan di akhir merupakan penegasan kembali.

Contoh :
Hindarilah kerumunan di masa pandemi. Keramaian merupakan salah satu alasan penyebaran virus Corona semakin tinggi di Indonesia. Mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan anjuran tenaga kesehatan adalah solusi terbaik saat ini. Oleh karena itu, hindarilah kerumunan untuk mengatasi penyebaran virus Corona. 

Jenis Paragraf Berdasarkan Isi

1. Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah sebuah kalimat yang menggambarkan keseluruhan keadaan secara jelas dan nyata. Pembaca seakan dapat melihat secara lengkap objek yang dijelaskan. 

Contoh:
Kotaku seakan menjadi kota mati setelah kebijakan lockdown oleh pemerintah. Transportasi dimatikan. Kantor dan pabrik-pabrik ditutup. Jalanan kosong. Semua orang takut terinfeksi virus Corona. 

2. Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi merupakan paragraf yang memberikan penjelasan sesuai dengan fakta yang ada. Biasanya bersifat ilmiah dan memberikan informasi detail kepada pembaca. Paragraf eksposisi sering ditemukan dalam artikel berita. 

Contoh: 
Pemerintah Indonesia mengumumkan akan melakukan lockdown di sejumlah daerah akibat dari meningkatnya kasus Corona. Ketetapan itu disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam konferensi pers pada Senin, 20 April 2020. Lockdown akan berlangsung selama dua pekan dimulai pada pekan depan. Presiden Jokowi juga menginstrusikan agar pemerintah daerah menerapkan protokol kesehatan untuk menekan jumlah kasus covid-19 di Indonesia. 

3. Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat penulis berdasarkan fakta yang ada. Hal ini untuk meyakinkan pembaca agar menerima gagasan dari penulis.

Contoh:
Kebijakan lockdown oleh pemerintah membuat aktivitas ekonomi masyarakat menurun drastis. Di sisi lain, masyarakat dianjurkan untuk makan makanan bergizi agar daya tahan tubuh sehat dan tidak tertular virus Corona. Oleh karenanya, pemerintah Indonesia perlu membarengi kebijakan tersebut dengan bantuan secara menyeluruh dan tepat, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Pemberian vitamin, makanan dan minuman sehat perlu dilakukan untuk menjamin kebutuhan masyarakat selama kebijakan lockdown diterapkan.

4. Paragraf Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang bersifat menggambar suatu hal peristiwa atau kejadian secara runtut. Jenis paragraf ini biasanya banyak ditemukan di cerpen, novel atau lainnya.

Contoh:
Pagi-pagi sekali Dokter Ran sudah terbangun. Perempuan paruh baya itu bergegas menyalakan mobilnya dan menuju rumah sakit. Ia tampak terburu-buru. Pagi ini, terdengar kabar pihak rumah sakit menerima pasien pertama covid-19 di daerahnya. 

5. Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi tidak berbeda jauh dengan paragraf argumentasi. Jenis paragraf ini lebih cenderung bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar mengikuti atau tertarik dengan ajakan penulis. 

Contoh:
Mematuhi protokol kesehatan adalah cara kita saat ini untuk menekan peningkatan kasus Corona. Tingginya jumlah kasus tiap hari memberi kekhawatiran bagi pihak rumah sakit akan jumlah alat dan fasilitas yang ada. Untuk itulah, marilah sama-sama saling menjaga diri dan keluarga. Patuhi protokol kesehatan dengan sering-sering mencuci tangan dan memakai masker.

Itulah sedikit pembahasan tentang pengertian, syarat dan jenis-jenis paragraf dilansir dari berbagai sumber. Bagi teman-teman yang memiliki ide, saran, atau kritik silahkan sampaikan di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. 

Pengertian dan Bentuk-bentuk Paragraf Pengertian dan Bentuk-bentuk Paragraf Reviewed by Ardi Ariandar on January 06, 2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.