Menulis merupakan kegiatan sehari-hari yang menyenangkan. Ada beragam hal yang dapat kita tulis mulai dari ulasan terhadap permasalahan yang viral di tengah masyarakat hingga menuangkan imajinasi dalam bentuk cerita seperti cerpen atau novel. Menulis juga bermanfaat untuk kesehatan psikologi, loh. Oleh karenanya, yuk nulis.
![]() |
| Ilustrasi (Foto : aysedemirhas/flickr) |
Sahabat-sahabat sekalian, sekalipun menulis terlihat mudah akan tetapi banyak juga di antara kita yang bingung ingin menulis dari mana. Tema sudah ada, judul sudah oke, ide sudah mantap, tapi kok masih belum bisa nulis, yah? Kadang kita bingung openingnya harus seperti apa, nanti bagaimana dan seterusnya hingga kemudian kita nyerah untuk menulis. Eits, jangan menyerah! Berikut ini ada tiga tips jitu amunisi menulis ala Tere Liye. Apa saja? Yuk kita simak.
1. Banyak-banyak Membaca Buku
Membaca mutlak diperlukan untuk memperoleh berbagai macam wawasan. Seseorang yang sudah terbiasa dalam membaca akan memudahkan dirinya dalam menulis. Tanpa membaca, mustahil kita dapat menulis dengan baik.
"Buku apa saja dibaca, bahkan gorengan pun kalian bisa baca. Bisa bang Tere saya jadi penulis tidak suka membaca? Gak bisa, Nak. Zaman dulu nak, yah, guru-guru kita bilang, 'Ananda, kalau pengen penulis, ketahuilah satu paragraf yang kamu tulis dalam sebuah tulisan setara dengan satu buku yang kamu harus baca.' Ngeri kali, kan? Membaca itu penting untuk membuka cakrawala kalian," ucap Bang Tere Liye di salah satu acara seminar yang diunggah oleh akun Youtube MBS TV Yogyakarta.
2. Banyak-banyak Melakukan Perjalanan
Melakukan perjalanan tentunya adalah kegiatan yang menyenangkan. Dapat melihat beragam budaya, corak masyarakat, kuliner khas, hingga keindahan alam yang menyejukkan mata akan memberikan kita banyak inspirasi dalam menulis. Akan tetapi bagi sahabat yang tak bisa melakukan perjalanan karena terkendala biaya, pekerjaan, keluarga atau lainnya dapat diganti dengan mendengar cerita kawan-kawan yang berasal daerah yang berbeda.
"Bisa kalian tukar dengan kemana-mana lewat berinteraksi dengan teman sekitarmu. Punya teman yang datang dari Thailand? Tanyalah sama dia, macam mana Thailand Selatan itu? Punya teman dari Irian, tanya bagaimana Irian dan seterusnya? Punya teman dari Riau, tanya bagaimana Riau waktu kebakaran? Susah gak napasnya dan seterusnya dan seterusnya."
3. Bertemu Dengan Orang-orang Bijak
Tidak hanya membaca dan melakukan perjalanan, mendengar cerita dari orang-orang tua kita juga menjadi salah satu sumber inspirasi dalam menulis. Kita dapat mendengar kisah dari kakek nenek saat mungkin mereka masih jadi pejuang kemerdekaan. Kita juga bisa menyimak kisah perjalanan seorang pengusaha dari mulai ia merintis hingga menjadi sukses. Tak hanya itu, kita juga dapat mengibak kisah perjalanan cinta antara ayah dan ibu kita. Menarik bukan?
"Dek, cinta itu amunisi terbesarnya bukan dengan kalian membaca buku Tere Liye, bukan dengan melihat facebooknya Tere Liye. Darimana sumber inspirasi cinta bang Tere Liye? Bertanyalah pada ayah ibunda kalian, bertanyalah kepada kakek dan nenek kalian yang sudah nikah 60 tahun. Simpel pertanyaannya tapi jawabannya akan menarik sekali."
![]() |
| Ilustrasi (Foto : Fernando/Flickr) |
Itulah tiga amunisi jitu untuk mendapat banyak ide dalam menulis. Dengan banyaknya ide, wawasan, inspirasi akan memudahkan kita menulis berbagai hal, baik berupa cerita, opini, dan lainnya. Terima kasih sudah menyimak. Jika ada saran dan kritik, silahkan sampaikan di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Reviewed by Ardi Ariandar
on
January 07, 2021
Rating:


No comments: